liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
3.655 Kasus Baru, Kasus Aktif Ada 54.236


Jakarta

Indonesia mencatat 3.655 kasus baru COVID-19 hari ini, Sabtu (3/12/2022). Bersamaan dengan itu, terdapat 5.228 kasus sembuh dan 32 pasien COVID-19 meninggal dunia. Jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di RI saat ini sebanyak 6.677.655.

Saat ini, terdapat 54.236 kasus aktif COVID-19 di Indonesia. Sementara itu, ada 50.638 spesimen yang diperiksa dengan 4.083 pasien suspek COVID-19.

Mengingat peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia yang disebabkan oleh subvarian Omicron XBB, Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa Indonesia masih berada pada Tahap 1 transmisi komunitas COVID-19. Meski memang ada penurunan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Dalam tujuh hari terakhir rata-rata 5.025 dan kemarin 1 Desember 4.977 ada penurunan 21,2 persen.” kata Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Dr Mohammad Syahril melalui keterangan resminya, Sabtu (3/12/2022).

COVID-19 di RI kini didominasi kasus dari Jawa dan Bali dengan proporsi kasus mencapai 90,63 persen. Selain itu, proporsi kasus di luar Jawa dan Bali mencapai 9,3 persen.

Selama periode 4 Oktober-21 November 2022, terdapat 17.442 pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit dengan gejala sedang hingga kritis. Syahril melaporkan, 71 persen di antaranya tidak mendapat suntikan booster vaksin COVID-19.

Tonton Video “Studi AS Ungkap Covid-19 Perparah Kerusakan Otak Jangka Panjang”
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)