Apa Benar Diet Intermittent Fasting 5:2 Efektif? Ini Kata Pakar

Jakarta

Diet puasa intermiten semakin populer. Selain pola 16:8, banyak juga yang mengikuti pola 5:2 dimana pelaku bisa ‘bebas makan’ selama 5 hari dan membatasi asupan makanan selama 2 hari. Apakah pola diet ini berhasil?

Diet puasa intermiten banyak dipilih orang karena tidak sulit. Pola diet ini tidak membatasi asupan makanan secara ketat, tetapi berfokus pada penentuan kapan harus makan dan apa yang tidak boleh dimakan. Istilah yang populer adalah jendela makan.

Mengutip Healthline (21/11), diet 5:2 juga dikenal sebagai Fast Diet. Pola diet ini dipopulerkan oleh jurnalis Inggris Michael Mosley.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Prinsip utama diet puasa intermiten 5:2 adalah makan sehat seperti biasa selama 5 hari dan puasa ketat selama 2 hari. Dalam 2 hari tersebut asupan kalori benar-benar berkurang yaitu hanya sekitar 500 kkal untuk wanita dan 600 kkal untuk pria.

Mereka yang mengikuti diet puasa intermiten 5:2 dapat memutuskan sendiri kapan ingin berpuasa 2 hari dalam seminggu. Syaratnya, harus ada jeda di antara hari-hari yang tidak berpuasa. Pola yang populer adalah berpuasa pada hari Senin dan Kamis, dan makan sehat secara teratur sepanjang hari.

Perlu digarisbawahi, pada 5 hari tidak puasa, pelaku diet puasa intermiten disarankan untuk tidak melanjutkan makan. Jangan makan sembarangan atau berlebihan. Usahakan untuk tetap mengonsumsi makanan sehat dalam jumlah yang sama seperti biasanya.

Apakah diet puasa intermiten 5:2 efektif untuk menurunkan berat badan?

Foto: Getty Images/iStockphoto/everydayplus

Healthline mengungkapkan bahwa diet puasa intermiten 5:2 efektif menurunkan berat badan asalkan dilakukan dengan benar. Ini karena pelaku diet lebih cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori.

Kuncinya adalah tidak ‘membalas dendam’ dengan makan enak dan banyak di hari-hari tidak berpuasa. Karena jika tidak, berat badan Anda bisa bertambah.

Sebuah penelitian mengungkapkan manfaatnya diet puasa intermiten 5:2 untuk menurunkan berat badan. Peserta studi alami kehilangan 3-8% berat badan mereka selama 3-24 minggu menjalani diet.

Dalam studi yang sama, partisipan juga kehilangan 4-7% dari lingkar pinggang mereka. Artinya, lemak perut yang membandel juga ikut terbuang.

Penelitian lain mengungkapkan bahwa diet puasa intermiten 5:2 juga menghasilkan penurunan massa otot yang jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan penurunan berat badan dengan pembatasan kalori konvensional. Hasilnya akan lebih efektif jika dipadukan dengan olahraga seperti latihan ketahanan atau kekuatan.

Baca diet dan efek samping diet puasa intermiten 5:2 di halaman selanjutnya.

Simak Videonya “Bikin Lapar: Makan Aneka Kuah Sop Bakso-Iga Malang”
[Gambas:Video 20detik]