liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Belajar dari Kecelakaan Maut Mahasiswi Cianjur, Ini Cara Hadapi Konvoi Pengawalan


Jakarta

Kecelakaan maut itu terjadi di Cianjur, Jawa Barat. Seorang pengendara sepeda motor diduga ditabrak mobil yang mengikuti konvoi pengawal.

Dikutip detikJabar, saat itu korban sedang mengendarai sepeda motor matic dengan nomor polisi F-4193-SF dari Bandung menuju Cianjur. Pada saat bersamaan, ada rombongan kendaraan yang melintas dari Cianjur menuju Bandung.

“Korban menabrak kendaraan yang ada di depannya yaitu angkot kemudian terjatuh. Kendaraan tersebut melaju ke kiri sedangkan korban jatuh ke kanan, namun masih dalam jalur terlibat. Artinya tidak berpindah jalur, bukan tidak pindah jalur,” kata Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Korban diduga tewas akibat kepalanya terbentur kendaraan yang melaju dari arah berlawanan. Mobil yang menabrak itu bukan bagian dari rombongan yang dikawal polisi.

“Kendaraan itu kendaraan yang masuk rombongan pengawal. Artinya ikut, jadi bukan rombongan pengawal, tapi ini sirkuit liar yang memaksa masuk,” ujarnya.

Menurut Sony Susmana, praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), ada beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik dari kejadian ini. Salah satunya adalah bagaimana menghadapi konvoi kendaraan lain di jalan raya.

“Perlu dipahami bahwa setiap konvoi di Indonesia selalu agresif, tidak hanya berbahaya, sering berujung konflik. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan dasar berkendara dari pengemudi,” ujar Sony.

Untuk itu, saat mendengar sirene, pengemudi harus memberi jalan. Pengendara sepeda motor juga tidak boleh menggunakan earphone agar kebisingan di luar terdengar.

“Bagi pengendara lain, mereka perlu mengubah kebiasaan berkendara untuk selalu mengecek kaca spion ketika mendengar suara sirene dan segera berhenti atau jika macet membuat jalur keluar atau selalu berjalan di sisi kiri,” jelas Sony.

Sony menyoroti kebiasaan pengendara yang kaget dan panik saat menghadapi konvoi. Kebiasaan terkejut harus dihentikan, menurut Sony.

“Agar tidak kaget, pengendara harus rutin melihat ke kaca spion, segera berhenti jika ada kader di belakang/bunyi sirene. Jangan tunggu nanti, tunda atau minta toleransi, karena rata-rata iring-iringan itu agresif. ,” dia berkata.

Simak Video “Mobil CCTV Tabrak Pelajar di Cianjur”
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)