liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Bos Ducati Geram, Masih Ada yang Percaya Bagnaia Juara Dibantu Team Order


Jakarta

Ducati Sporting Director Paolo Ciabatti sepertinya masih direpotkan dengan opini “Team Order” terkait kemenangan Pecco Bagnaia di MotoGP 2022. Ia dengan tegas membantah omong kosong tersebut.

Ducati mematahkan kemenangan beruntunnya setelah 15 tahun. Delapan motor yang turun bukan pilihan sulit untuk diberikan kepada komando tim.

Apalagi, pimpinan Ducati menyemprot Enea Bastianini karena terlalu agresif menyerang Pecco Bagnaia. Belum lagi aksi Johann Zarco yang terkesan memperlambat laju motor hingga finis keempat di MotoGP Thailand 2022.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun, Pecco Bagnaia berhasil membuat bos Ducati itu gelisah. Pasalnya, dia tertinggal 91 poin dari Quartararo. El Diablo digadang-gadang menjadi juara dunia MotoGP 2022 dan Bagnaia dinilai minim peluang karena rekam jejaknya yang kendur.

Memang dalam beberapa situasi ada perasaan grogi karena kami tahu Pecco berusaha melakukan hal yang mustahil untuk bisa mengejar gap dari Yamaha,” ujar Paolo Ciabatti kepada Autosport, dikutip Minggu (4/12/2022). .

Segalanya terbalik di awal balapan MotoGP Belanda. Bagnaia terus memanas, meski mengalami crash saat MotoGP Jepang. Akhirnya Bagnaia menjadi juara dunia MotoGP 2022

Setelah tertinggal 91 poin, Bagnaia tampil sebagai juara MotoGP 2022 dengan selisih 17 poin dari Quartararo. Itu adalah comeback terlama dalam sejarah MotoGP.

Lagi-lagi, Ciabatti menegaskan kemenangan Bagnaia bukan karena instruksi tim. Ia pun membeberkan beberapa fakta kemenangan pebalap Ducati lainnya saat Pecco mengejar poin.

“Ini membuktikan betapa bodohnya semua rumor itu. Jack Miller masih berada di urutan kedua di Thailand. Bastianini tidak akan menang di Aragon. Atau dia tidak akan mencoba melewati Bagnaia di garis finis di Misano. Atau dia (Bastianini) tidak akan melakukannya.” coba tantang dia di Malaysia,” kata Ciabatti.

Di satu sisi, ada rumor bahwa paddock Ducati juga akan panas karena akan dihuni oleh dua pebalap muda yang haus akan kemenangan. Ciabatti pun tak memungkiri situasi paddock akan berbeda setelah dipertemukannya Bastianini dan Bagnaia.

“Orang-orang mengira kami akan mengalami masa-masa sulit tahun depan. Sebenarnya, saya pikir memiliki juara dunia dan tempat ketiga dalam satu tim adalah suatu kemewahan,” ujarnya percaya diri.

“Saya tidak pernah meminta teman sekelas saya untuk berteman. Dan bagaimanapun saya ragu keharmonisan barisan pembalap kami sebelumnya bisa terulang kembali,” kata Ciabatti.

“Namun, di musim mendatang, kami akan memiliki formasi yang bertujuan untuk mencapai puncak secara keseluruhan,” jelasnya.

Simak Video “Siap-Siap Hemat! Ini Bocoran Jadwal MotoGP Mandalika 2023”
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)