liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Bos MotoGP: Indonesia Seperti Amerika Serikat


Jakarta

Indonesia baru saja menggelar balapan perdana MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Namun CEO Dorna Sports Carmelo Ezpeleta melihat Indonesia sama pentingnya dengan Amerika Serikat dalam balap Formula 1.

Seperti yang Anda ketahui demam Formula 1 sedang tinggi di Amerika Serikat. Padahal tahun depan, event balap roda terbuka akan digelar sebanyak tiga kali di negeri Paman Sam, antara lain di Austin, Miami, dan Las Vegas.

Carmelo Ezpeleta kagum F1 dapat memiliki basis penggemar di Amerika Serikat, yang secara historis sulit ditembus. Ezpeleta juga ingin berkembang dengan cara yang sama seperti F1 di Amerika Serikat. Namun pembalap asal Spanyol itu sadar pasar terbesar MotoGP masih di kawasan Asia, terutama untuk pabrikan Yamaha dan Honda.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Ini adalah balapan yang sangat penting di Asia bagi pabrikan. Kami akan balapan di India yang dalam beberapa tahun akan memiliki populasi terbesar di dunia. Termasuk Indonesia, itulah Amerika kami,” kata Ezpeleta seperti dikutip Marca, Jumat ( 12/2/2022).

“Amerika Serikat adalah ekonomi yang kuat dan penting untuk meningkatkan daya tarik (MotoGP) di sana. F1 ada di Las Vegas bertahun-tahun yang lalu dan tidak sesukses hari ini. Balapan itu penting, tapi semuanya rempah-rempah di sekitarnya, itu penting. F1 membuktikan bahwa Amerika Serikat adalah kubunya,” ujarnya.

Mulai tahun 2023, Amerika Serikat akan menjadi negara dengan Grand Prix terbanyak. Bukan tanpa alasan, dikutip dari insidehook, sejak Liberty Media mengambil alih penonton F1 meningkat dari tahun ke tahun, dari 547.722 penonton pada 2018 menjadi 1,4 juta penonton pada 2022.

Ezpeleta pun meniru F1 untuk diterapkan di MotoGP. Salah satunya dengan menghadirkan Sprint Race setiap pekan di musim 2023, meski skema baru ini ditentang oleh beberapa pebalap MotoGP. Selain itu, ada juga parade dan fanmeeting untuk meningkatkan interaksi driver dengan fans.

“Saya belajar banyak dari F1 selama beberapa tahun terakhir, dan sekarang hubungan saya dengan Stefano (CEO F1) semakin kuat. Kami meniru apa yang bisa kami tiru,” kata Ezpeleta.

Simak Video “MotoGP Dimulai Tanpa Penonton, Dorna: Full Indonesia!”
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)