liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Bukan Seperti di Film, Ini Lho 'Virus Zombie' yang Sebenarnya


Jakarta

Ketika mendengar kata ‘virus zombie’, yang terlintas di benak sebagian orang mungkin adalah yang terdapat di sebagian besar film horor, yang dapat mengubah manusia menjadi mayat hidup. Tapi, ternyata ‘virus zombie’ ini sangat berbeda.

‘Virus zombie’ yang ditemukan ilmuwan Prancis sebenarnya adalah pandoravirus yedoma atau virus tertua. Dinamakan ‘virus zombie’ karena virus yang terkubur di bawah danau beku itu ‘dihidupkan kembali’ oleh para ilmuwan untuk mempelajari potensi kekerasan yang bisa muncul di masa depan akibat pemanasan global.

Dalam studi mereka, para ilmuwan menentukan bahwa virus yang telah diekstraksi dari permukaan beku Siberia berbeda dari semua virus yang ada yang diketahui dari segi genomnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Apakah ‘Zombie Virus’ sebagai Kekerasan dalam Film?

Mungkin tidak seperti zombie di film-film yang membuat manusia terlihat seperti mayat hidup. Namun, para ilmuwan mengungkapkan bahwa ‘virus zombie’ ini berpotensi menyebar dan menyebabkan gangguan kesehatan, seperti pandemi COVID-19.

Di masa depan, COVID-19 akan menjadi hal biasa. Ini karena virus akan diikuti oleh pencarian permafrost.

“Oleh karena itu, masuk akal untuk memikirkan risiko partikel virus purba tetap menular dan kembali beredar dengan mencairkan lapisan permafrost kuno,” tulis para ilmuwan, dikutip dari Outlook India.

Tak hanya itu, para ilmuwan juga mengatakan bahwa penemuan virus ini hanyalah puncak dari gunung es. Pasalnya, masih banyak virus yang terkubur di bawahnya yang belum ditemukan karena masih perlu penelitian lebih lanjut.

Simak Video “Penemuan Virus Mirip Covid-19 pada Kelelawar di China Selatan”
[Gambas:Video 20detik]
(halo)