Dokter Forensik UI Ungkap Kondisi Organ Tubuh Jika Meninggal Kelaparan

Jakarta

Tubuh membutuhkan makanan dan air untuk bertahan hidup. Jika seseorang tidak makan dan minum selama berhari-hari, maka akan berbahaya bagi kesehatannya, bahkan dapat menyebabkan kematian.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana proses kematian yang terjadi pada tubuh dan keadaan organ tubuh yang tidak mendapat makanan dan minuman sama sekali?

Ade Firmansyah, dokter forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) menjelaskan, masih ada kemungkinan manusia bisa bertahan meski tanpa makan, asalkan tetap minum.

Namun, jika massa tubuh berkurang hingga 40 persen dan kebutuhan energi tidak terpenuhi, ada risiko berkembangnya masalah fatal yang bisa berujung pada kematian.

“Biasanya kehilangan massa tubuh sebesar 40 persen massa tubuh di awal akan berakibat fatal dan mengakibatkan kematian,” jelasnya pada detikcom, Selasa (15/11).

Analisis Dokter Forensik

Saat kelaparan, tubuh akan menggunakan cadangan lemak hasil metabolisme sebagai energi. Jika hal ini tidak terpenuhi, maka otot juga akan dimetabolisme menjadi energi.

Tak heran bila terjadi kelaparan, massa tubuh akan berkurang sekitar 18 persen yang menyebabkan tubuh mengalami kelemahan seperti pingsan dan kurang waspada.

Dr Ade mengatakan tidak ada batasan pasti berapa lama seseorang bisa hidup tanpa makan dan minum. Hal ini bergantung pada kondisi fisik masing-masing orang. Namun, biasanya berkisar antara 8 hingga 60 hari.

BERIKUTNYA: ciri-ciri organ dalam tubuh orang yang mati kelaparan