liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Gelombang Krisis Datang 'Keroyokan', Ekonomi Global Makin Kewalahan


Jakarta

Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia menggelar seminar ekonomi internasional The 20th Economix. Seminar ekonomi terbesar ini mengangkat tema Redefining the Path of Global Cooperation: Bekerja Menuju Ketahanan di Tengah Krisis Ekonomi dan Politik.

Dalam acara ini, Richard Kozul-Wright selaku Direktur Globalization and Development Strategy Division dalam United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) mengingatkan bahwa situasi ekonomi global sedang mengalami berbagai krisis.

Ini karena efek jangka panjang dari pandemi dan konflik geopolitik Rusia-Ukraina. Pendapatan di bawah level 2019, tingkat pertumbuhan melemah, biaya hidup meningkat, dan rantai pasokan terganggu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Bagi pemerintah, anggaran mereka semakin ditekankan. Belum lagi krisis iklim yang semakin mengancam, terutama bagi negara-negara yang tidak memiliki kemampuan fiskal untuk menghadapinya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kebijakan Ekonomi dan Sosial Singapura Tharman Shanmugaratnam menyampaikan pandangannya terhadap isu ekonomi. Ia mengatakan, permasalahan ekonomi di semua sektor datang secara bersamaan.

“Masalah ekonomi di semua sektor muncul serentak di semua negara. Masalah ini saling terkait sehingga krisis antar sektor dan negara tidak dapat dihindari,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (5/12/2022).

Dia mengatakan sistem ekonomi dunia sedang terganggu. Inflasi yang terjadi di semua negara tanpa terkecuali mengakibatkan resesi, bahkan ada ancaman resesi besar di tahun depan. Semua negara harus membuat kebijakan moneter dan fiskal yang tepat untuk mengatasi krisis ini.

Lanjutkan ke halaman berikutnya.