liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Jelang Libur Nataru, Badan Pangan Pelototi Harga Beras-Cabai

Jakarta

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyoroti tiga komoditas yang berpotensi untuk dicicipi lonjakan harga menjelang natal dan tahun baru. Ketiga komoditas tersebut adalah beras, telur dan cabai.

Kepala Babas Arief Prasetyo Adi menjelaskan panen raya sendiri diproyeksikan jatuh pada Februari 2023. Dia mengatakan, untuk menjaga stabilitas harga, operasi pasar akan terus digencarkan.

“Karena beras ini kemungkinan masuk musim panen raya di bulan Februari, kalau sudah maju karena BMKG sudah bilang maju, kita harus terus menguasai pasar, menggunakan stok Bulog yang sudah kita optimalkan yang hanya 530 ribu ton. . Karena itu. Terus saya bilang sudah waktunya stabilisasi,” jelasnya di Jakarta, Minggu (4/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Harga telur juga diproyeksikan meningkat seiring dengan meningkatnya kebutuhan Nataru. Dia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja dengan bijak.

“Makanya kami juga menghimbau kepada adik-adik untuk belanja dengan bijak, jangan boros. Jadi kalau di rumah biasa 10 kg jadi 10 kg. Kalau punya telur 1 kg, 1,5 kg, 2 kg ya sudah. Jangan sampai 2 atau 3 kali, permintaannya tinggi, jadi tidak merata di masyarakat,” jelasnya.

Hal yang sama berlaku untuk cabai. Ia juga memetakan daerah mana yang panennya tinggi dan dialokasikan ke daerah lain.

“Cabai ini biasanya akhir tahun juga akan sama kondisinya sehingga sekarang sudah kita petakan daerah mana saja yang panen cabainya tinggi sehingga sudah mulai kita alokasikan ke daerah lain. Dan instruksi Presiden sudah sangat jelas, ada juga surat dari Mendagri, lalu Kemenkeu, pakai saja DTU dana transfer umum tak terduga, bisa digunakan untuk memindahkan saham dan lain-lain termasuk pasar murah di seluruh Indonesia,” jelasnya.

(acd/dna)