liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Jokowi Yakin Industri Otomotif Dunia Bakal Serbu Indonesia


Jakarta

Indonesia akan membangun ekosistem baterai kendaraan listrik. Presiden Joko Widodo (Jokowi) yakin industri otomotif dunia akan ‘menyerbu’ Indonesia.

“Kalau sudah selesai, saya sampaikan ke Menko Kemaritiman dan Investasi, ke Menteri Investasi tidak perlu ke marketing apapun soal investasi. Mereka akan datang ke kita. Percayalah. Yang akan datang kepada kami, untuk menemukan, untuk membeli baterai EV kami,” kata Jokowi, Jumat (2/12/2022).

Jokowi mengatakan Indonesia memiliki bahan yang dibutuhkan untuk memproduksi baterai kendaraan listrik. Namun, Indonesia tidak memiliki lithium, dan dapat diimpor dari Australia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Nikel nomor satu kita, timah nomor dua, bauksit nomor enam, tembaga nomor tujuh di dunia. Kita punya segalanya. Membangun ekosistem EV, baterai kita hanya kekurangan lithium. Ini saya sampaikan ke Perdana Menteri (Prime) Minister of Australia) Anthony) Albanese , Australia kemarin. Kalau kita punya lithium, kita bisa beli dari Australia, silahkan dibuka. Tapi ternyata ada beberapa dari kita yang sudah punya tambang di sana. Ini strategis, kita harus terlibat seperti Jadi kita ingin membangun ekosistem yang besar, kata Jokowi.

Padahal, tidak hanya baterai kendaraan listrik, jika ekosistem itu diwujudkan di Indonesia, mulai dari sasis hingga baterainya akan menggunakan material dari Indonesia.

“Kalau ini dilakukan, kita bisa mengintegrasikan ini, bukan hanya masalah mobil listrik, bukan hanya bisnis EV, bukan hanya bisnis motor listrik yang akan bergantung. Nanti mobil, kita masih beli sasis sekarang, setelah ini semuanya. berasal dari dalam.” Pesawat terbang, badan, kita juga membeli dari diri kita sendiri. Jadi yang akan datang, saya perkirakan industri yang terkait dengan industri otomotif, industri pesawat terbang yang akan datang, karena kita punya bahannya,” ujarnya.

Tonton Video “3 Tantangan Kendaraan Listrik di Indonesia, Bukan Cuma Mahal”
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)