liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Kacau! Pelanggan Ini Muntaber Setelah Makan Roti Prata di Warung Kotor


Jakarta

Dua pelanggan mengalami gejala muntah dan diare setelah makan prata di kedai. Pasalnya, warung tersebut diketahui tidak menjaga kebersihan.

Diperlukan kehati-hatian ekstra saat mencicipi makanan di warung atau restoran karena tidak semua makanan terbuat dari bahan yang terjamin kebersihannya. Jika tidak berhati-hati, dikhawatirkan akan menimbulkan risiko penyakit berbahaya, salah satunya keracunan.

Hal ini dialami oleh dua pelanggan yang makan roti prata di sebuah warung makan. Menurut Stomp Straits Times (01/12), pelanggan dan temannya mencicipi prata dari sebuah warung bernama Vellimani Indian Muslim Food yang berlokasi di Orange 7 Big Canteen, Singapura.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Roti prata sendiri merupakan makanan khas India berupa adonan roti pipih berlapis yang biasa dimakan dengan tambahan kari. Usai mencicipi prata, seorang pelanggan bernama Isla pun mengaku mengalami beberapa gejala tak terduga.

Klien dan temannya mulai mengalami gejala seperti muntah dan diare. Melihat situasi tersebut, tentu Isla teringat akan penyebabnya. Dia yakin penyebab muntahnya itu karena pelayanan di warung dianggap jorok.

Pasalnya, ada pramusaji yang kurang memperhatikan kebersihan saat melayani banyak orang. Menurut pengakuan Isla, pelayan itu tampak hanya menggunakan tangan kosong saat meletakkan prata yang sudah disiapkan di piring pelanggan.

Seperti inilah penampakan roti prata saat dimakan dengan kari. Foto: stomp.straitstimes.com/Ong su Mann

Isla pun mengaku, “Saya melihat pria ini melayani banyak orang sejak September.” “Dia hanya menggunakan tangannya untuk berbaring prata ke piring dan tidak memakai penutup kepala. Ia juga tidak menggunakan masker penuh saat menyajikan makanan. Yang paling mengejutkan adalah ketika dia terus batuk,” kata Isla.

Setelah diamati lebih dekat, ternyata ada faktor yang menyebabkan server memperlakukan pelanggan secara semena-mena. Dilaporkan rekannya, ternyata server ini berasal dari India yang hanya memiliki visa turis.

Mengetahui hal tersebut, Isla tentu saja kesal namun tetap berusaha untuk mengerti. Pasalnya, pramusaji tersebut bisa dibilang turis yang mungkin tidak tahu seperti apa prosedur keamanan makanan di Singapura.

“Akibatnya, pekerja tidak mengetahui aturan keamanan pangan di Singapura. Rekan kami meminta kami untuk tidak makan di warung itu lagi,” lanjut Isla.

Isla tidak mengira hal seperti ini akan terjadi di Singapura. Ia pun meminta saran kepada temannya apakah akan melapor ke pihak berwajib atau tidak. Ternyata jawaban teman-temannya lebih mengejutkannya.

“Saya lebih kaget lagi karena hampir semua teman saya sudah melaporkan hal ini ke Singapore Food Agency (SFA) terkait kualitas makanan dan gejala muntah dan diare yang mereka alami,” kata Isla.

Akhirnya pelanggan langsung melaporkan ke SFA dan Kementerian Tenaga Kerja terkait warung makan ini. Untungnya, kedua agensi tersebut dengan cepat menanggapi laporan Isla dengan memberikan informasi yang cukup untuk menenangkannya.

Setelah menerima laporan pelanggan, SFA langsung mengusut kasus tersebut dan menemukan ada dua pekerja ilegal yang bekerja di warung makan tersebut. Foto: stomp.straitstimes.com/Ong su Mann

Pihak SFA sendiri langsung menyelidiki toko ini setelah mengetahui ada kejadian buruk yang dialami seorang pelanggan. Selain itu, SFA mengungkapkan bahwa mereka telah mengeluarkan peringatan keras kepada beberapa warung makan untuk mematuhi praktik makanan dan kebersihan yang baik.

Sementara itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga langsung merespon. Mereka mengungkapkan telah menemukan dua pekerja asing yang dipekerjakan secara ilegal di warung tersebut prata ini.

“Saat dilakukan pemeriksaan, kami menemukan ada dua pekerja asing yang dipekerjakan secara ilegal oleh pemilik warung,” ujarnya kepada Isla.

Insiden seperti ini dianggap serius di Singapura. Ini karena, mereka memiliki aturan ketat tentang kualitas keamanan pangan.

Tak heran, setelah mengetahui fakta tersebut, Isla akhirnya berencana menggugat pemilik warung makan tersebut sebagai bentuk pencegahan agar warung makan lainnya tidak melakukan hal yang sama.

Isla juga mengatakan, “Kami berencana untuk menggugat pemilihan. Saya khawatir banyak warga Singapura akan keracunan setelah makan di warung makan lain di Tuas dan Ang Mo Kio.”

Simak video “Melihat Proses Pembuatan Roti Karakter Berbagai Bentuk”
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)