liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Kecelakaan Maut Lagi! Harusnya Bus Pariwisata Dilarang Lewat Jalanan Ekstrem


Jakarta

Kecelakaan terjadi pada bus wisata PO Semeru Putra Transindo di medan ekstrim, Jalan Tuntung Sarangan-Tawangmangu, Plaosan, Magetan (4/12/2022). Sebelumnya, pada 6 Februari 2022, PO Gandos Abadi juga mengalami kecelakaan di Jalan Bukit Bego, Bantul, Yogyakarta. Sudah waktunya bus wisata dilarang di jalan ekstrim!

Kabar duka kembali datang dari dunia bus pariwisata. PO Semeru Putra Transindo yang membawa rombongan wisatawan dari Semarang tiba-tiba hilang kendali saat berada di tikungan menanjak di Magetan, dan akhirnya terjun ke jurang sedalam 31 meter. Akibat kecelakaan ini, 7 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka.

Sebelum kecelakaan, awal tahun 2022 kecelakaan juga dialami bus pariwisata PO Gandos Abadi di Bantul. Bus yang hendak membawa rombongan penumpang ke Pantai Parangtritis mengalami rem blong dan menabrak lereng Bukit Bego. Kecelakaan ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia, 4 luka berat, dan 29 luka ringan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dalam forum diskusi yang digelar pekan lalu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyarankan kepada pengambil kebijakan untuk melarang bus pariwisata melintas di jalan ekstrem. Pasalnya, kebanyakan kecelakaan bus wisata terjadi di jalur perbukitan atau dataran tinggi, dengan lebar jalan yang sempit.

KNKT menyarankan pengelola objek wisata atau Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan, untuk memindahkan penumpang dari bus ke kendaraan yang lebih kecil.

“(Usulan) menyediakan terminal transit di tempat tujuan wisata, untuk memindahkan penumpang bus ke moda kendaraan yang lebih kecil,” jelas Plt Kepala Subkomite Investigasi Kecelakaan LLAJ KNKT, Ahmad Wildan dalam Humas ‘Bus Wisata’ dan Forum Siaran Media. Keamanan di Indonesia’ (30/11/2022).

Menurut Wildan, kecelakaan bus wisata banyak terjadi di medan ekstrim yang tergolong sub standar. Kondisi jalan umumnya memiliki tikungan atau turunan yang ekstrim dan tidak cukup lebar sehingga menyebabkan bus wisata bekerja keras dan akhirnya mengalami rem blong hingga jatuh ke jurang atau menabrak tebing.

“Jadi jalan substandar ini tidak sengaja dibuat. Jalan peninggalan Pangeran Diponegoro, jaman penjajahan, dan sebagainya yang dibuat oleh masyarakat, kemudian dilebarkan sedikit dan dikeraskan dengan aspal. Kelihatannya aman. , semuanya baik-baik saja. Dimana Apa salahnya? Apa masalahnya? Secara geometris, itu jebakan geometris. Orang bisa terluka kapan saja di sana,” kata Wildan.

Simak Video “Tanggapan Sandiaga Uno Soal Meningkatnya Kecelakaan Bus Wisata”
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)