liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Kenapa China Rajin Membangun Kereta Cepat?


Jakarta

China adalah pemilik kereta api berkecepatan tinggi terpanjang di dunia. Industri angkutan umum di Negeri Tirai Bambu bergantung pada jalur darat berbasis rel. Tentu ada alasan mengapa China memilih untuk mengembangkan kereta api berkecepatan tinggi daripada bentuk transportasi lainnya.

Dikutip dari CNBC Indonesia, China memulai proyek kereta cepatnya pada 2008. Di negara berpenduduk 1,4 miliar jiwa ini, kereta api cepat menjadi moda transportasi efisien yang disukai banyak orang.

Hingga 2021, China tercatat memiliki jalur kereta api berkecepatan tinggi hingga 37.900 km. Pada tahun 2030, China menargetkan untuk menambah panjang kereta api berkecepatan tinggi menjadi 70.000 km.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Akademisi Prodi Teknik Sipil Soegijapranata Unika, Djoko Setijowarno mengatakan, China dengan luas daratan hingga 9,3 juta kilometer persegi perlu membangun jaringan transportasi darat berbasis rel dalam skala besar. Tidak tergantung pada transportasi udara, atau jalan tol.

“Belajar dari China, dengan luas daratan (benua) yang luas, salah satu tulang punggung transportasi sebagai penggerak ekonominya adalah konektivitas melalui kereta api cepat, bukan jalan tol atau pesawat terbang,” ujar Djoko yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Advokasi dan Masyarakat (MTI) Persatuan Transportasi Indonesia.

“Setelah kereta cepat di China mulai berjalan, mereka mengalihkan angkutan barang menggunakan kereta api konvensional, sehingga jalur angkutan barang dan orang benar-benar terpisah, dan frekuensi logistik bisa tinggi dan kompetitif,” lanjut Djoko.

Djoko mengatakan China memiliki kekuatan di bidang teknologi (riset dan pengembangan) dan manajemen logistik yang terencana dan dapat diterapkan atau diimplementasikan dengan baik.

Selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, China juga mengekspor teknologi kereta api cepatnya ke berbagai negara di Asia, seperti Laos dan Indonesia. China sedang membangun jalur kereta api berkecepatan tinggi dan layanan yang menghubungkan kota Kunming di China dengan ibu kota Laos, Vientiane.

Sedangkan di Indonesia, China sedang membangun kereta cepat Jakarta-Bandung dengan panjang lintasan 143,2 km. Nantinya, kecepatan kereta cepat Jakarta-Bandung selama beroperasi bisa mencapai jarak 350 km/jam. Diambil selama 36-45 menit.

Simak video “Sudah Dikirim, Kapan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Mulai Beroperasi?”
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)