liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Kendaraan Listrik Dunia Akan Tergantung Baterai Buatan RI


Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, dunia akan bergantung pada Indonesia untuk baterai kendaraan listrik. Jokowi yakin pabrikan otomotif dunia akan datang mencari aki dari Indonesia.

“Kalau sudah selesai, saya sampaikan ke Menko Kemaritiman dan Investasi, ke Menteri Investasi tidak perlu ke marketing apapun soal investasi. Mereka akan datang ke kita. Percayalah. Yang akan datang kepada kami, untuk mencari, membeli, baterai EV kami,” kata Jokowi pada Forum CEO Kompas100 2022 yang disiarkan langsung di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (2/12/2022).

Lanjut Jokowi, diperkirakan sekitar tahun 2026-2027 akan terjadi lonjakan perekonomian. Menurut dia, diperkirakan pabrikan otomotif dunia akan berdatangan ke Indonesia tahun itu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Karena ke depannya industri otomotif baik motor listrik, mobil listrik akan menggantikan mungkin lebih dari 50% permintaan dari pasar yang ada. Ini yang harus kita tangkap,” ujarnya.

“Setelah ini selesai, kemarin saya hitung, saya hitung, 60% mobil listrik, kendaraan listrik akan bergantung pada baterai EV kita, 60% pangsa pasar di dunia. Ini akan menjadi kekuatan besar kita nanti,” ujarnya. lanjut.

Jokowi yakin produsen otomotif global akan membidik aki buatan Indonesia karena Indonesia memiliki bahan baku untuk produksi aki. Namun, Indonesia tidak memiliki litium, dan dapat dibeli dari Australia.

“Nikel nomor satu kita, timah nomor dua, bauksit nomor enam, tembaga nomor tujuh di dunia. Kita punya segalanya. Membangun ekosistem EV, baterai kita hanya kekurangan lithium. Ini saya sampaikan ke Perdana Menteri (Prime) Minister of Australia) Minister Anthony) Albanese, Australia kemarin. Kalau kita punya lithium, kita bisa beli dari Australia, silahkan dibuka. Tapi ternyata sebagian kita sudah punya tambang di sana. Ini strategis, kita harus terlibat seperti itu. Jadi kita ingin membangun ekosistem yang besar,” kata Jokowi.

Simak video “Pesan Demokrat di Sisa Masa Jabatan Jokowi: Jangan Terjebak Gaya!”
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)