Lee Seung Gi Jadi Korban Gaslighting, Ini Efeknya ke Kondisi Mental


Jakarta

Lee Seung Gi yang ramai pernah menjadi korban gaslighting dari mantan CEO agensinya, Hook Entertainment. Selebriti di Korea Selatan itu dikabarkan tidak menerima gaji sebagai penyanyi selama 18 tahun berkarir.

“CEO selalu berkata, ‘Kamu adalah penyanyi negatif (penyanyi yang buruk). Penggemarmu tidak pernah ingin menghabiskan uang tetapi meminta banyak,'” kata Kwon Jin Young dalam pernyataan yang dirilis Dispatch.

Gaslighting sendiri merupakan salah satu bentuk manipulasi psikologis dimana pelaku mencoba menanamkan keraguan diri dan kebingungan di benak korbannya. Biasanya, pelaku berusaha mendapatkan kekuasaan dan kendali atas orang lain, dengan mendistorsi realitas dan memaksa mereka untuk mempertanyakan penilaian dan intuisi mereka sendiri.

Dikutip dari laman Medical News Today, gaslighting merupakan salah satu bentuk pelecehan yang melibatkan seseorang secara sengaja hingga menyebabkan korban meragukan kewarasannya. Meskipun gaslighting paling sering terjadi dalam hubungan romantis, hal itu juga bisa terjadi dalam lingkungan keluarga atau pekerjaan.

Seiring waktu, seseorang yang menjadi korban gaslighting mungkin mulai percaya bahwa mereka tidak memiliki siapa pun untuk diandalkan. Efek jangka panjang dari penerangan gas meliputi:

Depresi Sindrom Trauma Depresi PTSD

Selain itu, keraguan diri dan kebingungan terus-menerus dapat menyebabkan gangguan kecemasan yang berlebihan. Keputusasaan dan harga diri seseorang yang rendah karena penerangan gas dapat menyebabkan depresi.

Beberapa orang yang berada di luar negara mungkin merasa sulit untuk mempercayai orang lain. Mereka mungkin selalu mencari manipulasi lebih lanjut. Orang tersebut mungkin menyalahkan dirinya sendiri karena tidak menangkap lampu gas lebih awal.

Tonton Video “Pemerintah Setujui Vaksin Covid-19 Booster Kedua untuk Lanjut Usia”
[Gambas:Video 20detik]
(kna/suc)