liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Lolos Grup Dulu, Baru Bahas Juara


Jakarta

Indonesia sudah memastikan akan menurunkan tujuh wakil di BWF World Tour 2022. PBSI mengincar Antony Ginting dkk lolos dari babak penyisihan grup terlebih dahulu.

“Saya berharap semua pemain ini bisa lolos ke grup. Itu saja untuk saat ini. Lolos grup setelah itu baru bisa menjadi target kita untuk menjadi juara,” ujar Kepala Bidang Pengembangan Prestasi, Rionny Mainaky saat ditemui di Pelatnas PBSI Kebangsaan, Cipayung, Kamis (12/1/2022).

Bukan tanpa alasan mantan Pelatih Kepala Timnas itu mengatakan demikian. Peta persaingan bulutangkis di setiap sektor yang relatif merata diperhitungkan.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Untuk sektor ganda dan tunggal putra cukup sensitif. Mereka kadang bisa berada di grup yang sama. Makanya saya berharap dari (sektor) komplet ini kita jalan satu-satu dulu. Semua lolos dari (fase grup) ) , ” katanya.

Sedangkan untuk dua wakil yang baru mendapatkan tiket kualifikasi, yakni tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung dan ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan.

“Sejak kemarin dia jadi runner-up (di Australian Open 2022), saya sudah lihat motivasinya (Gregoria Mariska Tunjung). Tapi ada juga masukan dari luar seperti masalah stamina dan tarung di lapangan. ,” jelas Rionny.

“Kemarin dia (Gregoria) mencapai final dan kami membicarakannya. Saya berharap dia akan lebih longgar dan tampil all out di Final (Tur Dunia) karena dia berada di final dan harus tampil all out. Sayang sekali dia bermain.” seperti itu ya.”

“Selain itu, kondisinya juga berbeda dengan kejuaraan kemarin. Ini semua level dan semua kelas di atasnya. Jadi saya katakan, harus all out. Lawannya (pertandingan terakhir) An Se Young, tunggal dengan peringkat di atas. Dengan tipe permainan defensif. Jadi strateginya harus sabar dan stamina harus kuat. Mudah-mudahan dengan persiapan yang baik, dia bisa melakukannya,” ujarnya.

“Untuk Apriyani/Fadia, saya (sebenarnya) tidak ragu. Hanya kekompakan (perlu ditingkatkan),” kata Rionny.

Sebagai informasi, Indonesia terakhir kali menjadi juara BWF World Tour Finals pada 2019 lalu melalui Hendra/Ahsan. Sedangkan pada dua edisi berikutnya (2020 dan 2021), hasil terbaik Indonesia diraih oleh Hendra/Ahsan dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

(mcy/rin)