liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Menkes Ingatkan Risiko 'Aging Populasi', Warga +62 Harus Rajin Olahraga


Jakarta

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat seiring bertambahnya usia. Dia menekankan bahwa beban kesehatan bisa meningkat di tengah populasi yang menua.

“Saat ini pengeluaran untuk kesehatan akan meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk yang menua di Indonesia. Karena jika penduduk menua, pengeluaran kesehatan pasti akan lebih besar,” kata Menkes dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom Sabtu (26/11/2022).

“Diperkirakan jika penduduk Indonesia berusia antara 72 sampai 76 tahun dimana masyarakat mempraktekkan pola hidup sehat seperti berolahraga, mudah-mudahan rata-rata angka harapan hidup kita juga meningkat,” lanjutnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Selain penuaan penduduk, hal lain yang menjadi sorotan adalah masalah stunting yang berdampak pada produktivitas anak di masa depan. Jika hal ini masih belum bisa diselesaikan, Menkes mengatakan akan berpengaruh pada era bonus demografi tahun 2030, karena usia produktif akan mendominasi persentase penduduk dari total.

“Menjaga hidup sehat lebih penting daripada mengobati setelah sakit. Stunting akan membuat anak-anak kita menjadi bodoh. Ingat, masa remaja yang utama adalah memeriksakan darahnya. Ada korelasi antara kesehatan tubuh dengan jumlah darah,” ujar Menkes . Kesehatan yang dipesan lebih dahulu.

Masalah yang juga diangkat oleh VP Secretary General Vera Galuh Sugijanto Danone Indonesia adalah potensi stunting masih menjadi masalah besar di negeri ini.

“Dan akan menjadi beban negara ke depan jika tidak ditangani secepatnya. Sehingga penting untuk memperkuat sistem rujukan di poros Posyandu, Puskesmas dan Rumah Sakit untuk deteksi dan penanganan anak stunting. tumbuh kembang, gizi buruk dan kekurangan pangan,” jelasnya.

Simak Video “Fakta Terbaru Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia”
[Gambas:Video 20detik]
(kna/suc)