liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Mohon Maaf, Ganja Medis Ternyata Nggak Manjur-manjur Amat

Jakarta

Meski beberapa negara telah melegalkan ganja untuk kesenangan pribadi, tidak sedikit negara yang menggunakan ganja sebagai pengobatan medis. Namun, apakah penyembuhannya benar-benar terasa efektif?

Manfaat kesehatan utama ganja adalah menghilangkan rasa sakit. Hal ini terbukti dalam survey nasional di Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa 17-30 persen orang dewasa di Amerika Utara, Eropa dan Australia menggunakannya untuk mengobati nyeri. Bahkan, ada banyak berita yang mempublikasikan efek positif dari penggunaan mariyuana medis.

Namun penggunaan ganja medis masih diperdebatkan karena efektivitasnya masih belum jelas.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Untuk mengungkap kebenarannya, para ilmuwan telah membandingkan secara detail manfaat ganja medis dengan plasebo yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association. Dikutip dari Live Science, mereka memasukkan total 20 penelitian yang melibatkan hampir 1.500 orang untuk membandingkan perubahan intensitas nyeri sebelum dan sesudah pengobatan.

Sebagai informasi, plasebo adalah metode pemberian obat yang tidak mengandung bahan aktif untuk memprediksi efek suatu obat. Efek plasebo akan menjadi acuan untuk membandingkan efek obat yang sebenarnya.

Sebanyak 62 persen peserta penelitian adalah wanita berusia 33-62 tahun. Kondisi partisipan bervariasi, misalnya penderita nyeri neuropatik akibat kerusakan saraf dan multiple sclerosis. Sebagian besar penelitian dilakukan di Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada, tetapi para peneliti juga merekrut peserta dari Brasil, Belgia, Jerman, Prancis, Belanda, Israel, Republik Ceko, dan Spanyol.

Untuk prosedurnya, peneliti menggunakan berbagai bentuk obat, dari pil hingga semprotan hingga minyak untuk merokok. Jenis ganja yang digunakan pun beragam, seperti Tetrahydrocannabinol (THC), Cannabinoids (CBD), dan ganja sintetis, contohnya Nabilone.

BERIKUTNYA: Hasil penelitian.

Tonton video “Penggunaan ganja medis juga memiliki risiko, apa saja?”
[Gambas:Video 20detik]