liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Motor Listrik Mau Disubsidi Rp 6,5 Juta, Bus Listrik Dianggap Pantas Dapat Juga


Jakarta

Rencana pemerintah mensubsidi sepeda motor listrik disambut baik. Namun, subsidi dinilai lebih tepat jika ditujukan untuk angkutan umum bus listrik.

Advokasi dan Pengabdian Masyarakat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno menjelaskan, bus listrik juga perlu disubsidi di kota-kota besar. Subsidi mobil dan sepeda motor listrik tidak akan mengurai kemacetan lalu lintas.

“Di perkotaan bus listrik disubsidi, angkutan umum. Karena prinsipnya mengurangi polusi dan kemacetan, artinya pemerintah boleh mensubsidi sepeda motor listrik tapi juga bus listrik,” kata Djoko.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Djoko mengingatkan pemerintah agar tidak mengulang kebijakan yang bisa menambah kemacetan.

Kementerian Perhubungan menggelar wisata kendaraan listrik berbasis baterai Jakarta-Bali. Pelepasan peserta dilakukan di kawasan Monas, Jakarta, Senin (7/11/2022) pagi. Foto: Fajar Briantomo

“Kalau tidak, ini (tidak mensubsidi bus listrik) seperti kebijakan subsidi LCGC (Low Cost Green Car). Padahal, ternyata banyak warga Jakarta yang membelinya, sehingga Jakarta akan macet. Jangan ulangi lagi kebijakan seperti itu. ,” kata Djoko.

“Transportasi massal listrik di kota-kota bersubsidi, kami hanya menggunakan bus listrik dari dalam negeri, kemarin sudah diuji coba pada G20 buatan PT Inka, jadi tidak perlu datang dari luar negeri (beli bus listrik), mobil dan motor dari luar negeri, tapi bus listrik dari dalam negeri, untuk meningkatkan produksi dalam negeri, TKDN sudah 60 persen.”

“Tapi ini angkutan massal dalam kota, saya tidak bisa jamin antar kota, karena SPKLU masih kurang, perkotaan sudah ada dan Jakarta sudah teruji dengan taksi listrik yang dilengkapi listrik,” tambah Djoko.

Simak videonya “Kenapa sepeda motor listrik ‘belum laku’ di Indonesia?”
[Gambas:Video 20detik]
(hari hari)