liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Orang Makin Nekat Langgar Lalu Lintas, Tilang Manual Khusus Diberlakukan!


Jakarta

Polri mengutamakan penegakan hukum lalu lintas elektronik (ETLE) namun masih ada pihak yang berani bertindak nekat melanggar jalan. Akibatnya, tiket manual dikembalikan untuk digunakan kembali.

Polda Metro Jaya menemukan seorang pelanggar lalu lintas yang mencabut plat nomor kendaraannya pada Senin (28/11). Cara ini digunakan oleh pelanggar untuk menghindari pengawasan ETLE. Namun, pemilik kendaraan dikenai pembatasan berupa penyitaan dan tiket manual.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengatakan, transformasi tiket manual ke elektronik bukannya tanpa kekurangan. Namun, dia mengapresiasi perubahan besar dengan penegakan hukum yang adaptif.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Namun yang membuat kami salut adalah bagaimana Polri bisa mengatasi masalah secara adaptif dari perspektif kebijakan,” kata Sahroni dikutip dari detikNews, Rabu (30/11/2022).

Menanggapi pelanggaran dengan mengeluarkan pelat nomor. Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mencari-cari celah pelanggaran.

“Makanya kami meminta masyarakat untuk mengikuti aturan yang ada secara tertib. Jangan coba-coba mencari celah untuk melewati aturan karena meski pelanggar bertindak cepat alias ‘cepat’ melanggar, polisi bisa lebih ‘cepat’, ” dia berkata.

Seperti diberitakan detik.com sebelumnya, Dirlantas Kombes Polda Metro Jaya Latif Usman mengatakan, denda manual hanya dikenakan jika pengemudi berpotensi melakukan tindak pidana, salah satunya pemalsuan plat nomor.

“Dengan adanya perintah ini, fenomena yang terjadi di masyarakat adalah mereka mencopot plat nomor, memalsukan plat nomor. Jadi, kami akan tetap melakukan penindakan secara manual,” kata Latif Usman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (28/ 11/2022).

Polisi tidak akan mengetahui jika ada tanda-tanda kejahatan yang dilakukan oleh pengemudi yang memalsukan plat nomor tersebut. Sebab, kemungkinan pengguna kendaraan dengan sengaja memasang plat palsu untuk melakukan kejahatan lain.

“Karena orang yang melakukan pelanggaran itu sangat berbahaya, seperti pemalsuan. Bisa jadi alat atau sarana kejahatan, karena melepas plat nomor, dengan plat nomor itu syarat untuk bisa beroperasi di jalan, ” dia berkata. dia berkata.

Oleh karena itu, pihak tersebut akan menghentikan kendaraan yang memproduksi atau memalsukan plat nomor tersebut. Nantinya kendaraan akan ditahan hingga pengemudi dapat menunjukkan bukti surat kendaraan.

“Kita hentikan, cek, kalau tidak sesuai akan kita tahan mobilnya sampai dia bisa menunjukkan surat-suratnya,” ujarnya.

Tonton Video “Berbagai Opini Publik Tentang Penghapusan Tiket Manual”
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)