liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Orang Terkaya India Gautam Adani Masih Cari Duit Rp 39 T, Buat Apa Lagi?

Jakarta

Orang terkaya India, Gautam Adani berencana menghimpun dana US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 39,25 triliun (kurs Rp 15.700) dalam penawaran saham baru perseroan. Langkah korporasi ini untuk mendorong ekspansi ke daerah-daerah baru.

Seperti dikutip CNN, Senin (28/11/2022), Adani Enterprises merupakan flagship company dari Adani Group. Dalam pengajuan ke bursa pada hari Jumat, dewan telah memberikan persetujuan untuk mengumpulkan 200 miliar rupee ($ 2,45 miliar) melalui penerbitan saham baru.

Ini akan menjadi penawaran saham publik lanjutan terbesar di India. Adani dengan cepat memperluas portofolio korporatnya sejak dimulainya pandemi, mengakuisisi bisnis di berbagai bidang mulai dari manufaktur semen hingga bandara.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Adani membutuhkan modal di tingkat holding. Ini adalah perusahaan unggulan. Mereka membutuhkan uang untuk banyak inisiatif baru yang mereka investasikan, akuisisi dan proyek baru,” tulis Reuters, mengutip sumber yang mengetahui penggalangan dana tersebut.

Gautam Adani adalah orang terkaya kedua di dunia pada bulan September menurut Bloomberg Billionaires Index. Dia melampaui pendiri Amazon Jeff Bezos. Kekayaannya telah meningkat sebesar $51 miliar sepanjang tahun ini menurut indeks.

Saham tujuh perusahaan Adani yang terdaftar mulai dari sektor pelabuhan hingga pembangkit listrik melonjak antara 10% dan 260% dalam 10 bulan pertama tahun ini.

Namun, pertumbuhan konglomerat telah didorong oleh pinjaman sebesar US$30 miliar menjadikannya salah satu bisnis yang paling banyak berutang di negara ini. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis.

(acd/gbr)