liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Pabrik Motor Charged Tanpa Listrik PLN, Bisa Produksi 230 Ribu Unit Per Tahun


Jakarta

Charged Indonesia memperkenalkan fasilitas instalasi yang mereka beri nama Giga-Shed Factory di Jl Bhumimas, Cikupa, Tangerang, Banten, Senin (5/12/2022). Menariknya seluruh proses produksi menggunakan sumber energi terbarukan Solar Panel.

“Visi ini bukan sekedar slogan, kami melakukan aksi nyata, aksi nyata pabrik ini menggunakan solar panel,” kata Stephanus Widi, Chief Commercial Officer Penanggung Jawab Indonesia di pabrik Cikupa, Tangerang, Senin (5/12/2022). ). )

Selama kunjungan pabrik, seorang karyawan Charged Indonesia menjelaskan bahwa panel surya tersebut memiliki kapasitas hingga 150 kW. Sedangkan saat kondisi mendung, listrik dari pembangkit ini bisa disuplai dari baterai penyimpan energi berkapasitas 612 kW.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Baterai berkapasitas 612 kW diklaim mampu mendukung produksi selama 3 hari. Jika baterai di bawah 20 persen, mesin genset akan mengisi ulang penyimpanan energi dan memasok listrik.

Sepeda motor listrik bermuatan Foto: Ridwan Arifin/detikcom

Mengisi kapasitas pabrik Indonesia

Stephanus menjelaskan, kapasitas produksi maksimal Charged Indonesia saat ini bisa mencapai 230 ribu unit per tahun. Sedangkan penggunaan saat ini dikatakan belum mencapai kapasitas maksimal tersebut.

“Saat ini kita tidak langsung maksimalkan, kita sesuaikan dengan permintaan di pasar. Kami akan melakukannya secara bertahap, dari produksi yang sangat rendah 20 sepeda motor per hari hingga maksimal setiap 4 menit satu sepeda motor keluar. ,” kata Stefanus.

Sebagian besar suku cadang masih didatangkan dari China, karena Charged Indonesia bekerja sama dengan Vmoto Soco Group. Sedangkan untuk tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), Charged Indonesia saat ini sudah mendekati 20 persen. Salah satu komponen yang telah digunakan dari produk dalam negeri adalah ban.

“Tentunya kita bertahap (meningkatkan TKDN) target kita 50 persen dalam 2 tahun ke depan (2024),” ujar Stephanus.

Tonton Video “Ini 3 Motor Listrik Baru Dipasang di Cikupa”
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)