liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Pakai Galon Bebas BPA, Industri AMDK Bisa Hemat hingga Rp 1,5 T


Jakarta

Asosiasi Produsen Air Minum Dalam Kemasan Nasional (Asparminas) menilai penggantian galon polikarbonat yang mengandung Bisphenol A (BPA) dengan galon bebas BPA justru menguntungkan industri air minum. Karena bisa menghemat biaya produksi hingga Rp 1,5 triliun per tahun.

“Dibanding produksi galon PC (polycarbonate) pakai ulang yang jauh lebih mahal, produksi galon pakai ulang bebas BPA justru lebih hemat hingga 50 persen,” kata Sekjen Asparminas Eko Susilo dalam keterangan tertulis. , Selasa (12/6/2022).

Eko menuturkan, bahan dasar polikarbonat didapatkan melalui impor. Selain itu, harganya pun sedikit lebih mahal yakni sekitar US$4 dolar per kilogram. Sedangkan bahan bebas BPA bisa didapatkan di dalam negeri dengan harga hanya US$ 1 per Kg.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Jadi harus didukung sumber dalam negeri, bukan impor paksa. Selain mengandung BPA dan tidak kompetitif, industri yang terus mengimpor jelas tidak hemat,” katanya.

Eko menjelaskan saat ini terdapat 1.200 pemain di industri AMDK dengan total 35 miliar liter air minum per tahun, 2.100 merek, dan 7.000 izin edar. “Pemimpin pasar menguasai 65% pasar AMDK, diikuti 25% industri menengah, dan 10% sisanya dikuasai usaha kecil,” kata Eko.

“Dari 30-40 juta galon yang beredar di Indonesia saat ini, sebanyak 90% merupakan galon polikarbonat daur ulang yang mengandung campuran senyawa BPA berbahaya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan Asparminas berkomitmen mendukung regulasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Terutama terkait regulasi mengenai pelabelan senyawa BPA berbahaya pada galon polikarbonat pakai ulang.

“Pelaku usaha AMDK yang sejak awal bergabung dengan Asparminas sepakat mendukung pelabelan galon untuk digunakan kembali, karena hal itu sebenarnya baik untuk keberlangsungan bisnis AMDK di tanah air,” kata Eko.

“Pelaku usaha bisa lebih inovatif dan tenang dalam menjalankan usaha air minum karena sesuai dengan aturan pemerintah, dan masyarakat juga bisa merasakan manfaatnya karena kesehatannya bisa lebih terjaga,” jelasnya.

Klik halaman berikutnya >>>

Simak Video “AMDK Galon PET Menjadi Pilihan Baru Masyarakat”
[Gambas:Video 20detik]