Pernah Gagal 2 Kali, Apa yang Bikin Chery Pede Balik Lagi ke Indonesia?


Jakarta

pembuat mobil cina, ceri telah gagal dua kali dan meninggalkan pasar roda empat Indonesia. Namun, fakta ini tidak membuat mereka putus asa. Sebab, sejak awal tahun mereka sudah kembali ke Indonesia dengan manajemen dan produk baru.

Keputusan Chery untuk kembali untuk kesekian kalinya mungkin membuat sebagian orang bertanya-tanya, apa pertimbangannya? Bukankah dua kegagalan itu harus menyadarkan mereka bahwa pasar kendaraan roda empat Indonesia sebenarnya ketat dan tidak mudah?

Presiden Direktur PT Chery Motor Indonesia (CMI), Shawn Xu secara tidak langsung mengatakan, lupakan masa lalu. Kini, ia ingin membuka babak baru di Indonesia dengan memperkenalkan produk unggulan baru.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kami percaya dengan produk kami. Anda tahu, dari Januari hingga Oktober 2022, kami telah menjual lebih dari 1 juta unit mobil (di seluruh dunia),” kata Shawn Xu saat sesi wawancara eksklusif dengan detikOto di Pantai Indah Kapuk (PIK), Utara Jakarta, baru-baru ini.

“Chery masih muda sebagai perusahaan mobil. Dulu kami butuh waktu lama untuk mencapai angka itu, tapi sekarang kami hanya butuh 10 bulan,” tambahnya.

mobil ceri. Foto: PT Chery Sales Indonesia

Shawn Xu yakin kesuksesan Chery di pasar China dan dunia akan ‘terjangkit’ ke pasar Indonesia. Apalagi mobil yang mereka tampilkan berstatus sebagai produk global yang tampilan dan fungsinya telah disesuaikan dengan minat pasar.

Tak hanya itu, menurut Shawn, pihaknya saat ini tidak mau setengah-setengah melangkah di pasar Indonesia. Selain menjual produk unggulan, Chery juga telah melakukan persiapan pembangunan pabrik, pembangunan gudang suku cadang dan jaringan distribusi yang megah.

Berbekal itu semua, Shawn yakin, Chery jauh lebih diterima masyarakat Indonesia dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Kami yakin dengan apa yang kami miliki, makanya kami masuk kembali (pasar Indonesia),” ucapnya.

Mobil listrik Chery EQ1 Foto: Chery EQ1

Lebih lanjut, terkait strategi produk di Indonesia, Shawn menegaskan bahwa Chery tidak ingin terburu-buru menjual mobil listrik murni. Menurutnya, sebelum mengantarkan kendaraan, pihaknya membutuhkan jembatan penghubung berupa mobil hybrid.

“Mobil listrik tumbuh sangat cepat di Indonesia. Tapi kami masih butuh waktu ya extra time. Chery tidak ingin terburu-buru masuk ke pasar EV Indonesia. Namun, bukan berarti kami tidak menyediakannya,” dia berkata.

Tonton Video “Pertemuan Pertama dengan Chery Tiggo 8 Pro: Mesinnya Liar!”
[Gambas:Video 20detik]
(sfn/rgr)