liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Pernyataan Tegas Moeldoko Setelah RI Kalah Gugatan Penyetopan Ekspor Nikel

Jakarta

Indonesia kalah dalam gugatan Uni Eropa dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap penangguhan tersebut ekspor nikel oleh Indonesia dan harus menyalurkan nikel ke luar negeri lagi. Kepala Staf Kepresidenan (Purn) Moeldoko mengatakan Indonesia masih perlu berjuang.

“Ya harus kita lawan. Kepentingan nasional kita harus diperjuangkan semaksimal mungkin,” kata Moeldoko di Kawasan GBK, Jakarta Pusat, Minggu (4/12/2022).

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Indonesia ingin menjadi negara maju. Namun, di luar sana, ada negara-negara maju yang tidak menginginkan hal itu terjadi. Negara mana yang dimaksud Jokowi?

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Hal itu dicuitkan Jokowi saat mengomentari dinamika politik-ekonomi terkait tuntutan Uni Eropa dan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) terhadap penghentian ekspor nikel oleh Indonesia. Indonesia kalah gugatan dan harus menyalurkan kembali nikelnya ke luar negeri.

“Indonesia menghentikan ekspor nikel mentah dan meningkatkan industri hilir. Akibat kebijakan tersebut, Indonesia digugat Uni Eropa di WTO, dan kalah,” kata Jokowi melalui akun Twitternya, kicauan Jokowi, Sabtu (3/12/2018). ). 2022).

“Walaupun Indonesia kalah, kami tetap mengajukan banding. Hilirisasi masih berlanjut,” kata Jokowi.

Jokowi menyamakan situasi ini dengan zaman Kompeni VOC. Jika sebelumnya ada kerja paksa dan tanam paksa, sekarang ada ekspor paksa melalui permintaan Uni Eropa di WTO yang memaksa Indonesia mengekspor nikel mentah, padahal Indonesia menginginkan nikel tersebut diolah di dalam negeri.

Kemudian, Jokowi menyebut ada negara maju yang ingin mempertahankan posisinya. Banyak negara maju tidak rela melihat negara berkembang menjadi negara maju. Menurut Jokowi, itu adalah sikap yang manusiawi. Indonesia tidak perlu berkecil hati dan takut. Terkait kekalahan Indonesia terhadap Uni Eropa dalam gugatan di WTO, akan ada putaran kedua melalui banding yang diajukan Indonesia.

“Semua negara ingin maju. Negara maju ingin memastikan negaranya terus maju. Negara berkembang berusaha menjadi negara maju. Ada juga negara maju yang tidak ingin melihat negara berkembang menjadi negara maju,” kata Jokowi.

“Apapun tantangannya, Indonesia tetap menuju negara maju,” kata Jokowi.

(ain/dna)