liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Petani Mesti Tahu, Pupuk Subsidi Hanya untuk 9 Komoditas Ini

Jakarta

Pemerintah resmi mengalokasikan pupuk bersubsidi pada tahun 2022 berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2022. Dalam beleid tersebut, pemerintah tetap memberikan subsidi pupuk kepada 9 komoditas dari sebelumnya 70 komoditas.

Kesembilan komoditas tersebut terbagi dalam tiga kategori subsektor, yaitu subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Subsektor tanaman pangan terdiri dari padi, jagung dan kedelai. Subsektor hortikultura terdiri dari cabai, bawang merah dan bawang putih. Kemudian subsektor perkebunan terdiri dari perkebunan rakyat tebu, kakao dan kopi.

“Dari 70 komoditas tadi, kita rujuk 9 tadi. Dasarnya adalah program komoditas pokok strategis. Diharapkan sembilan komoditas ini dapat mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang lebih baik ke depan,” ujar Dirjen Prasarana Pertanian. dan Ali Jamil Sarana Pertanian seperti dikutip dari situs CNBC, Sabtu (26/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sementara itu, Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Gusrizal mengatakan berdasarkan Permentan No 10 Tahun 2022, ada dua jenis pupuk yang mendapat subsidi, yakni Urea dan NPK. Pemilihan sembilan komoditas prioritas dipilih karena dianggap berdampak pada laju inflasi. Dia menjelaskan, saat ini hanya ada dua jenis pupuk bersubsidi, yakni urea dan NPK.

Menurut Gusrizal, kedua pupuk tersebut mengandung unsur hara makro esensial yang lengkap. Sehingga efektif mendongkrak produktivitas berbagai jenis komoditas pertanian termasuk 9 komoditas prioritas.

“Urea dan NPK merupakan pupuk yang mengandung unsur hara makro yang paling dibutuhkan oleh semua jenis tanaman, yaitu N (Nitrogen), P (Fosfor), dan K (Potassium). Ketiga unsur hara tersebut diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan daun dan akar. , batang, dan pemupukan. Ketiga unsur hara ini telah terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Pupuk Indonesia Siap Memenuhi Pasokan Pupuk Bersubsidi

Gusrizal mengatakan, tahun ini pihaknya menyediakan 8,09 juta ton pupuk urea dan 3,08 juta ton NPK. Upaya ini untuk memastikan stok pupuk bersubsidi mencukupi kebutuhan petani.

Berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 6 Tahun 2022, kuota pupuk bersubsidi ditetapkan sebesar 7,77 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari 4,11 juta ton Urea, 2,98 juta ton NPK, dan sisanya ZA, SP36 dan organik.

Selisih antara rencana produksi dan alokasi pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia akan menjualnya secara komersial atau tidak bersubsidi, baik retail maupun perusahaan, ujarnya.

Ia mengungkapkan Pupuk Indonesia akan berusaha menjaga ketersediaan pasokan sesuai aturan pemerintah yaitu tersedia untuk kebutuhan alokasi 2 minggu ke depan dan 3 minggu selama musim tanam. Per 11 November 2022, total stok pupuk bersubsidi mencapai 714.092 ton, dengan kebutuhan stok minimal 449.932 ton.

Artinya, stok pupuk bersubsidi saat ini 159% di atas alokasi stok minimal yang ditetapkan pemerintah, jelas Gusrizal.

Persyaratan Penerima Manfaat Pupuk Bersubsidi

Masih berdasarkan Permentan Nomor 10 Tahun 2020 untuk mendapatkan pupuk bersubsidi, petani harus tergabung dalam kelompok tani, dan memiliki luas lahan pertanian maksimal 2 hektar per musim. Selain itu, mereka juga perlu menyiapkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik (E-RDKK).

Untuk komoditas pertanian lainnya, petani dapat menggunakan pupuk organik, atau menggunakan pupuk non subsidi yang disediakan oleh Pupuk Indonesia dan produsen pupuk swasta lainnya. Saat ini Pupuk Indonesia sedang mengembangkan toko pupuk komersial atau non subsidi bernama Kedai Pe-i.

“Untuk memastikan pupuk bersubsidi diterima oleh petani yang berhak, pihak kios akan memastikan petani terdaftar di E-RDKK, membawa Kartu Tani atau menunjukkan KTP,” kata Gusrizal.

Tonton video “Komitmen Pupuk Indonesia Produksi Amoniak Hijau dan Biru”
[Gambas:Video 20detik]

(acn/hns)