liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Produksi CPO Anjlok, Ternyata Ini Biang Keroknya


Jakarta

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat capaian produksi minyak sawit mentah (minyak sawit mentah/MSM) 46,729 juta ton pada tahun 2022. Angka ini turun dibanding tahun 2021 sebesar 46,888 juta ton.

“Ini adalah tahun ke-4 berturut-turut produksi cenderung berubah/berhenti sejak kelapa sawit dibudidayakan secara komersial di Indonesia,” kata Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Joko Supriyono, di Kelapa Sawit 2022, konferensi media industri. , di Grand Sahid Jaya Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Penurunan produksi pada tahun 2022 disebabkan oleh berbagai hal, antara lain cuaca yang sangat basah, lonjakan kasus Covid-19 di bulan Februari, perang Ukraina-Rusia, harga minyak nabati dan minyak bumi yang sangat tinggi, serta kebijakan pemerintah yang melarang ekspor. produk minyak sawit 28 April – 23 Mei.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kemudian harga pupuk yang tinggi dan capaian program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) yang sangat rendah. Kejadian yang tidak biasa ini sangat mempengaruhi kinerja industri sawit Indonesia baik produksi, konsumsi maupun ekspor,” ujarnya.

Joko menjelaskan, secara teknis pelarangan ekspor berarti buah-buahan tidak bisa dipanen tidak hanya selama masa pelarangan tetapi juga beberapa bulan setelahnya ketika stok masih sangat tinggi. Kemudian, cuaca ekstrim dikatakan mengganggu kegiatan penyerbukan serangga dan pemanenan, pupuk yang mahal dan sulit didapat mengganggu kegiatan pemeliharaan tanaman,

“Harga yang sangat tinggi juga menyebabkan banyak petani menunda penanaman kembali sehingga porsi tanaman tua dengan produktivitas rendah menjadi lebih besar,” lanjutnya.

Ekspor minyak sawit tahun 2022 sebesar 30,803 juta ton, lebih rendah dibandingkan tahun 2021 sebesar 33,674 juta ton. Joko juga mengungkapkan penurunan tersebut sudah terjadi selama 4 tahun berturut-turut.

“Nilai ekspor pada tahun 2022 mencapai USS 39,28 miliar (MSM, refine dan issuer), lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 sebesar USS 35,5 miliar. Hal ini terjadi karena harga produk sawit tahun 2022 relatif lebih tinggi dibandingkan harga tahun 2021,” ujarnya.

Ada sepuluh negara tujuan ekspor minyak sawit india, yakni China, India, Amerika Serikat (AS), Pakistan, Malaysia, Belanda, Bangladesh, Mesir, Rusia, dan Italia. Peringkat AS meningkat dari posisi 5 pada tahun 2020 menjadi posisi 3 sebagai importir utama produk sawit Indonesia pada tahun 2022.

Bersambung ke halaman berikutnya. Cukup klik