liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Siapa Saja Biasanya yang Jadi Beking Tambang Ilegal? Ini Kata Pakar

Jakarta

Media sosial dihebohkan dengan cuitan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menanggapi keluhan warganet soal tambang ilegal di Klaten, Jawa Tengah. Dalam cuitannya, Gibran mengatakan bahwa aktivitas penambangan liar didukung oleh sosok-sosok yang menakutkan.

Namun, belum jelas siapa bek tersebut. Gubernur Jawa Tengah yang juga dicolek netizen terkait dukungannya terhadap penambangan liar ini juga tak membeberkan siapa saja pendukung penambangan liar tersebut.

Ganjar hanya mengatakan punggungnya besar. Menurut Anda, siapa yang berada di balik penambangan ilegal tersebut?

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dosen Fakultas Hukum Universitas Sahid, Wahyu Nugroho mengatakan, pencadangan wilayah pertambangan tersebut merupakan rahasia umum. Padahal, keberadaan cadangan ini sudah ada sejak zaman Orde Baru.

“Soal cadangan ini saya kira sudah jadi rahasia umum. Di masa Orde Baru pun ada model seperti itu, karena masih ada kepentingan kekuasaan,” ujarnya kepada detikcom, Senin (28/11/2022).

Dia mengatakan pembela itu seperti petugas yang tidak bertanggung jawab. Keberadaan orang-orang ini untuk melindungi kegiatan penambangan liar.

“Bahkan di beberapa tempat, di beberapa titik ada beberapa pengamanan, tidak hanya pengamanan dari (orang) Polri tapi juga (orang) TNI juga ikut mengamankan kegiatan penambangan liar tersebut,” ujarnya. dijelaskan,

Menurutnya, masalah ini cukup serius. Hal ini karena tidak hanya mencakup masalah hukum tetapi masalah sosial, budaya, ekonomi dan lingkungan itu sendiri.

“Dan yang paling utama penyebab masih maraknya penambangan liar adalah karena lepasnya fungsi pengawasan, lemahnya fungsi pengawasan baik pusat maupun daerah, selain fungsi pengawasan juga fungsi pembinaan dan pendidikan. ,” dia berkata. dijelaskan.

Senada dengan itu, Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi mengatakan, semua penambangan liar mendapat dukungan. Dukungan ini berfungsi untuk melindungi terhadap campur tangan dari masyarakat dan pejabat pemerintah.

“Seringkali dukungan datang dari pemerintah daerah, DPRD, dan aparat keamanan yang tidak bertanggung jawab, dari yang paling rendah sampai yang paling tinggi,” katanya.

(acd/hons)