liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
SIM, STNK, KIR Disita Masih Nekat Jalan Terus


Jakarta

Mengontrol truk ODOL (Over Dimension Over Load) tidak semudah memutar-mutar tangan. Nyatanya, hingga saat ini pemerintah masih menghadapi kendala dalam penertiban truk ODOL. Jika diperhatikan di tol, masih ada truk yang kelebihan muatan melintas.

Pengemudi lori ODOL nekat meski sudah dipasang Weigh in Motion (WIM) di beberapa titik. Dirjen Perhubungan Darat Hendro Sugiatno mengatakan, sopir truk ODOL masih bisa berjalan selama kendaraannya masih berada di tangannya meski dokumen sudah disita.

“Ada satu kasus kita koordinasi dengan Korlantas, kendaraan ODOL sampai dia kehabisan yang mau disita, pertama dia harus mendapatkan surat izin mengemudi, pengembalian STNK, pengembalian KIR, apa lagi. salah? karena selama melewati jalan ini dari ujung ke ujung Ujung-ujungnya malah kelebihan muatan dan ditilang, akhirnya kendaraan ditahan,” kata Hendro dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR dengan Direktur Perhubungan Darat Umum. yang ditayangkan di YouTube Komisi V DPR RI.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ya, SIM dibekukan dan kendaraan disita karena kendaraan terus nekat melintasi jalan tol dalam kondisi kelebihan muatan. Namun saat kendaraan kelebihan muatan, kendaraan harus keluar tol dan melintasi jalan arteri. Namun, jika terus melintas dengan kelebihan beban, pengemudi akan tetap ditilang jika rute yang Anda lalui sudah memiliki teknologi WIM.

WIM sendiri bekerja seperti jembatan timbang. Namun, WIM terbilang lebih praktis karena dapat mengukur bobot kendaraan yang bergerak. Sedangkan jembatan timbang mengharuskan kendaraan berhenti terlebih dahulu untuk ditimbang.

WIM juga dilengkapi dengan sensor dan kamera sehingga dapat merekam plat nomor, kecepatan, jenis kendaraan, konfigurasi gardan, hingga dimensi kendaraan. Data yang direkam oleh teknologi ini terintegrasi langsung dengan data server. Kendaraan yang terbukti melanggar hukum juga dapat ditindak langsung melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau denda elektronik.

“WIM juga sedang kami uji di 5 lokasi, dan kedepannya kami juga akan berkoordinasi dengan Korlantas bagaimana hasil dari WIM yang bisa menangkap excess cargo bisa masuk ke ETLE milik Korlantas,” jelas Hendro.

Simak Video “Momen Demo Sopir Truk Tolak Perda ODOL di Berbagai Daerah”
[Gambas:Video 20detik]
(kering/lth)