liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Komparasi Mesin Hybrid Innova Zenix dengan Mesin Diesel Innova Reborn


Jakarta

Untuk bisa mempromosikan kendaraan ramah lingkungan di Indonesia memang tidak mudah, karena untuk benar-benar mewujudkannya, banyak pihak yang harus terlibat. Menyadari hal tersebut, Indonesia harus membenahi industri, pemerintah dan masyarakat agar lebih siap.

Dalam seminar yang digelar TMMIN dengan tema ‘Menyongsong Era Elektrifikasi Industri Otomotif Nasional’, sekali lagi dibuktikan bahwa semua elemen perlu dilibatkan, agar industri kendaraan listrik tetap hidup dan Indonesia tetap menjadi basis produksi.

Dijelaskan dalam rilis resmi yang diterima detikOto, saat ini Indonesia tengah menikmati posisinya di industri otomotif sebagai produsen dan pengekspor produk otomotif terkemuka di kawasan Asia Pasifik. Industri otomotif Tanah Air juga berperan strategis sebagai bagian dari supply chain, dengan jaringan wilayah ekspor yang telah menembus hingga 80 negara di berbagai kawasan dunia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Di tengah upaya meningkatkan kontribusinya sebagai basis produksi dan ekspor global, Indonesia kini menyambut era elektrifikasi industri otomotif Tanah Air. Situasi ini menjadi tantangan unik untuk membuktikan apakah produk otomotif berteknologi tinggi hasil produksi SDM dalam negeri mampu bersaing, mempertahankan kinerja positif dan keluar sebagai pemenang.

“Transisi yang tidak teratur ke kendaraan listrik akan melemahkan posisi Indonesia sebagai basis global industri otomotif. Kehadiran beragam teknologi lengkap kendaraan listrik rendah emisi, melalui pendekatan multi-path strategic akan menjadi kunci keberhasilan Indonesia untuk berkembang lebih cepat. dan melanjutkan posisinya sebagai produsen utama kendaraan dan pengekspor kelistrikan di kancah internasional,” ujar Director of External Relations PT TMMIN, Bob Azam.

Seminar TMMIN di ITB Foto: dok. TMMIN

Lebih lanjut dijelaskan bahwa era elektrifikasi menjadi kebutuhan bagi industri otomotif tanah air sebagai salah satu upaya nyata mengatasi kekhawatiran masyarakat global, terhadap perubahan iklim akibat peningkatan emisi karbon (CO2).

Pemerintah Indonesia juga memperkuat komitmennya dengan meningkatkan target penurunan emisi karbon hingga 31,89% dengan upaya sendiri (unconditional), dan sebanyak 43,20% melalui dukungan internasional (conditional) untuk mencapai Net-Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060. atau sebelumnya, seperti yang tercantum dalam Strategi Jangka Panjang untuk Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim (LTS-LCCR 2050).

Upaya pengurangan emisi karbon sebagaimana yang ditetapkan Pemerintah Indonesia dalam target NZE 2060, sebenarnya membutuhkan transisi energi dan transformasi industri dan bisnis. Di bidang otomotif, berbagai kebijakan terkini terkait elektrifikasi kendaraan sedang digalakkan, dengan dukungan dari pihak fiskal dan nonfiskal untuk meningkatkan populasi berbagai kendaraan listrik.

Transisi ke industri otomotif termasuk rantai pasoknya merupakan strategi yang harus dilakukan untuk mempertahankan posisi Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor otomotif, di samping pertanyaan bagaimana mengelola kendaraan atau unit kendaraan yang ada (unit manajemen operasional). /UIO).

“Selain itu, roadmap industri otomotif Tanah Air perlu disusun dengan mempertimbangkan ketersediaan energi, khususnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Dukungan pemerintah di bidang transportasi melalui pengelolaan UIO (Units in Operation) juga menjadi elemen penting untuk mempertahankan posisi dan kontribusi positif industri otomotif Tanah Air selama lebih dari 5 dekade,” tambah Bob.

Tonton Video “3 Tantangan Kendaraan Listrik di Indonesia, Bukan Cuma Mahal”
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)