liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
Tilang Manual Dilarang, Motor Bonceng Tiga-Tak Pakai Helm Cuma Ditegur


Jakarta

Penghapusan tilang manual sepertinya membuat pengendara lebih seenaknya dan malah mengabaikan aturan lalu lintas. Meski ada kamera ETLE, tidak serta merta membuat pengendara takut dan mengikuti aturan jalan seperti yang diharapkan.

Semakin banyak orang di sini, semakin cuek para pengendara saat berbuka. Bukan tanpa alasan, ketika polisi menangkap mereka karena melakukan pelanggaran, mereka hanya diberi teguran dan juga pendidikan. Contohnya bisa dilihat dalam video yang diunggah oleh akun Instagram TMC Polda Metro Jaya. Dalam video tersebut, tiga pengendara sepeda motor dan satu penumpang tidak mengenakan helm.

“Sat Gatur Dit Lalu PMJ memberikan Himbauan & Teguran Manusiawi kepada pengendara sepeda motor lainnya yang tidak menggunakan helm & berkendara lebih dari 1 orang di Bundaran Patung Indosat Kuda Monas Jakarta Pusat,” bunyi keterangan video tersebut.

Tidak memakai helm dan bepergian dalam kelompok tiga jelas melanggar aturan. Bagi pengendara yang tidak menggunakan helm akan dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 291 ayat 1. Dalam pasal tersebut disebutkan setiap pengendara atau penumpang yang tidak menggunakan helm berstandar nasional diancam pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Meski begitu, bepergian dengan tiga penumpang dianggap melebihi batas kapasitas kendaraan roda dua. Pengemudi juga dinilai mengabaikan keselamatan berkendara. Dalam UU No. 22 Tahun 2009 pasal 106 ayat 9 menjelaskan jumlah maksimal penumpang kendaraan roda dua.

Jika ingin mengangkut lebih dari satu orang, maka harus menggunakan sespan. Bagi yang melanggar, diancam dengan denda Rp 250.000,- atau kurungan paling lama 1 bulan.

“Barang siapa mengendarai sepeda motor tanpa gandeng yang mengangkut lebih dari 1 (satu) orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (9) dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp. 250.000 (dua ratus lima) sepuluh ribu rupiah),” bunyi Pasal 292.

Perilaku berkendara di Indonesia akhir-akhir ini mendapat perhatian, terutama setelah larangan denda manual. Direktur Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan sistem tiket elektronik belum memberikan efek jera secara penuh kepada pengemudi.

“Apakah tidak diperbolehkan memakai helm? Ini bentuk kepedulian petugas. Kalau dibiarkan, parahnya selain tidak menimbulkan efek jera, efek bola salju, juga memalukan jika dilihat. oleh tamu luar. Dari segi safety grade, situasi lalu lintas di Indonesia mengalami penurunan,” jelas Sony baru-baru ini. .

Tonton video “Pengemudi ‘Nakal’ Meningkat, Haruskah Ada Lebih Banyak Tiket Manual?”
[Gambas:Video 20detik]
(kering/makan)