liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Tim Dokter Ortopedi Perkirakan Pemulihan Korban Gempa Cianjur 3-4 Bulan


Jakarta

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI) Prof. dr. dr. Ismail HD, Sp.OT(K) dan tim memantau kondisi korban gempa Cianjur yang dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung. Ia pun melihat langsung bagaimana pelayanan ortopedi di Rumah Sakit Daerah Sayang (RSUD) dan RS Bhayangkara Cianjur.

Dr Ismail mengatakan layanan ortopedi pasca gempa harus dikondisikan dengan baik.

“Karena proses pemulihan operasi khusus terkait trauma dan muskuloskeletal atau ortopedi akan memakan waktu tiga hingga empat bulan ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Selasa (29/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Untuk menunjang pelayanan, ia berkoordinasi dengan tim pelayanan ortopedi yang terdiri dari dokter spesialis, dokter residen, dan perawat dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM), Rumah Sakit Akademik UGM, dan Umum RSUD. Pusat (RSUP) Dr. Sarjito Yogyakarta.

Tim tersebut dibagi menjadi empat yang masing-masing ditempatkan di desa yang berbeda, bertugas di Kecamatan Cugenang, Desa Sarampad dan Desa Talaga. Hal ini untuk memastikan pemerataan layanan ortopedi di daerah yang terkena dampak gempa. Dimana tim dibawah pengawasan dr. Yudha Mathan Sakti, Sp.OT(K).

Pada hari kedelapan pascagempa M 5,6 di Cianjur, Jawa Barat, korban tewas mencapai 323 orang. Sedangkan 108 orang luka berat masih dirawat di rumah sakit.

Laporan perkembangan pelayanan kesehatan di Cianjur, terdapat lima penyakit utama yang ditangani oleh tim kesehatan. Yang tertinggi adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dengan 2.396 korban gempa menderita ISPA. Kemudian gastritis atau radang selaput lendir perut yang diderita 1.349 korban gempa.

Simak Video “Hati-Hati Saat Mengirim Pesan Belasungkawa, Jangan Pura-pura Peduli”
[Gambas:Video 20detik]
(kn/naf)