liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
WHO Sebut 90 Persen Populasi Dunia Sudah Kebal COVID, Akhir Pandemi di Depan Mata?


Jakarta

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa 90 persen populasi dunia kini memiliki kekebalan terhadap virus Corona. Namun, melihat peningkatan kasus COVID-19 di China akhir-akhir ini, WHO menegaskan bahwa kemunculan varian baru virus Corona yang lebih mematikan bisa terus terjadi selama masih ada celah dalam strategi penanggulangan COVID-19. . .

Mengingat beberapa bulan lalu, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus sempat menyebut dunia sedang menghitung mundur waktu hingga berakhirnya pandemi COVID-19.

“Kami semakin dekat untuk mengatakan bahwa fase darurat pandemi telah berakhir, tetapi kami belum sampai di sana,” kata Tedros. Reuters, Senin (5/12/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

WHO memperkirakan bahwa sekitar 90 persen populasi dunia sekarang memiliki tingkat kekebalan tertentu terhadap SARS-COV-2 baik karena infeksi atau vaksinasi sebelumnya. Namun, cakupan vaksin COVID-19 yang tidak merata masih bisa menjadi peluang munculnya varian Corona yang lebih berbahaya dibandingkan varian Corona yang ada.

“Kesenjangan dalam pengujian dan vaksinasi terus menciptakan kondisi yang sempurna untuk munculnya varian baru yang dapat menyebabkan kematian yang signifikan,” kata Tedros.

Tidak Semua Orang Aman dari COVID-19

Bersamaan dengan itu, WHO juga menegaskan bahwa belakangan ini, COVID-19 telah mencapai rekor tertinggi di China dan mulai meningkat di beberapa bagian Inggris setelah berbulan-bulan menurun.

“Meskipun COVID-19 dan flu dapat menjadi infeksi ringan bagi banyak orang, kita tidak boleh lupa bahwa COVID dapat menyebabkan penyakit parah atau bahkan kematian bagi yang paling rentan di komunitas kita,” kata Mary, direktur program kesehatan masyarakat di Inggris. Badan Keamanan Kesehatan. Ramsay.

WHO mendesak pemerintah di seluruh dunia untuk fokus menjangkau mereka yang berisiko dalam hal vaksinasi COVID-19. Tak lain adalah warga berusia di atas 60 tahun dan orang dengan riwayat penyakit penyerta.

Tonton video “Booster Kedua untuk Lansia Lulus, Bagaimana dengan Publik?”
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/atas)