liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Zulhas Prediksi Transaksi Ekonomi Digital Tembus Rp 2.041 T di 2025

Jakarta

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memperkirakan transaksi ekonomi digital mencapai US$ 130 miliar atau Rp 2.041 triliun (kurs Rp 15.700) pada 2025. Sebab, dalam lima tahun terakhir, ekonomi digital menunjukkan potensi yang besar.

“Ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai nilai pembelian kumulatif atau GMV sebesar US$ 77 miliar pada tahun 2022, setelah tumbuh sebesar 22% selama setahun terakhir. Pada tahun 2025, ekonomi digital diproyeksikan mencapai US$ 130 miliar, dan diperkirakan tumbuh lebih dari tiga kali lipat di kisaran US$ 220-360 miliar pada 2030,” ujar Zulhas dalam sambutannya di Konferensi Ekonomi Digital Indonesia, Selasa (29/11/2022).

Zulhas melanjutkan, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dari sisi perdagangan terlihat dari pertumbuhan toko online atau e-commerce yang signifikan. Orang-orang dianggap semakin menyukai belanja online.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dalam paparannya, Zulhas mengatakan transaksi toko online pada semester I 2022 meningkat 22,1% menjadi Rp 227,8 triliun. Kemudian dari sisi volume juga meningkat 39,9% menjadi 1,74 juta transaksi.

“Transaksi Uang Elektronik (EU) juga meningkat 40,6% dari tahun ke tahun mencapai Rp185,7 triliun,” ujarnya.

Zulhas melanjutkan, potensinya tinggi ekonomi digital tidak dapat dipisahkan dari penetrasi internet di Indonesia. Sebanyak 202,6 juta penduduk Indonesia dapat mengakses internet.

“Diharapkan perdagangan digital juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, misalnya dengan meningkatkan efisiensi sektor logistik dan industri,” ujarnya.

Kata Zulhas, untuk kemaslahatan ekonomi digital yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia, dibutuhkan beberapa syarat seperti SDM yang berkeahlian tinggi, infrastruktur digital yang merata, iklim usaha yang mendukung start-up, dan regulasi yang dinamis.

“Dalam hal ini, peran pemerintah adalah memberikan regulasi yang jelas, tegas, namun ramah bisnis yang tidak menjadi beban biaya tinggi bagi dunia usaha,” ujarnya.

(acd/gbr)